Kamis, 30 Desember 2010

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dapat dilakukan dengan cara:

A. Mengatur Posisi Duduk

Posisi duduk yang tepat akan membuat kitabetah bertahan di depan komputer. Usahakan tinggi meja dan kursi dapat memungkinkan kita duduk tegak. Tinggi meja kurang lebih 75 cm, atau setinggi siku kita sewaktu duduk. Hal ini dimaksudkan agar lengan kita tidak menggantung pada meja. Tangan yang menggantung pada meja dapat menyebabkan kita cepat capek. Sedangkan Sebaiknya pula tinggi kursi setara dengan tinggi lutut kita, agar telapak kaki kita dapat menapak lantai. Usahakan ruangan yang kita gunakan untuk bekerja cukup terang dan nyaman.

B. Memperkirakan Jarak Pandang dengan Komputer

Perlu diingat bahwa monitor memancarkan sinar atau radiasi listrik statis. Oleh sebab itu, jika kita bekerja dengan komputer usahakan jangan terlalu dekat dengan monitor. Aturlah jarak pandang mata kita dengan monitor lebih dari 40 cm. Atur juga tingkat ketajaman, kontras, dan terang lembutnya sinar monitor. Disarankan juga untuk menggunakan CRT (Cathode Ray Tube) filter. kegunaan CRT filter adalah:
1. Mengurangi Radiasi / pancaran sinar yang menyilaukan;
2. Mengurangi pancaran listrik statis;
3. Mengurangi pantulan cahaya;
4. Mengurangi cahaya ultraviolet;
5. Mempertinggi ketajaman dan kontras layar.

C. Menghidupkan Komputer Sesuai Dengan Prosedur

Salah satu cara agar komputer kita berumur panjang adalah dengan menggunakannya secara benar. Menggunakan komputer dengan benar berarti menggunakannya dengan mengikuti prosedur dan petunjuk - petunjuk yang diberlakukan bagi pengguna komputer dari pembuatnya. Agar komputer terhindar dari kejutan pulsa elektrik yang bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan pada komputer akibat terlalu tinggi atau rendahnya voltase listrik, perlu dipasang power stabillizer. Power Stabillizer dipasang antara catu daya listrik utama (wall socket / stop contact) dengan power supply komputer. Dalam beberapa hal misalnya sering terjadi putusnya aliran listrik (mati lampu), maka baik hardware maupun software komputer akan mengalami gangguan dan kerusakan. Untuk itu, perlu dipasang alat bernama UPS (uniterrupable power supply), untuk menghindari terjadinya putus aliran listrik yang mendadak.
Setelah peralatan komputer terpasang dengan benar, barulah komputer kita hidupkan. Urutan menghidupkan komputer sebagai berikut:
1. Tancapkan kabel listrik dari power stabillizer ke wall socket / stop contact.
2. Hidupkan power stabillizer.
3. Hidupkan UPS.
4. Hidupkan unit sistem terlebih dahulu.
5. Kemudian hidupkan monitor.
6. Hidupkan peralatan lainnya, misalnya printer, scanner, modem, dan sebagainya.

D. Mematikan Komputer Sesuai Dengan Prosedur

Sebelum mematikan komputer, yakinkan bahwa semua software sudah ditutup. Jangan mematikan komputer atau membiarkan komputer mati pada saat masih ada software yang terbuka, apalagi masih menjalankan suatu pekerjaan. saat di - load, software menggunakan sebagian ruangan harddisk sebagai virtual memory (memori bayangan) untuk menyimpan temporary files (file - file cadangan yang dibuka untuk siap digunakan sewaktu - waktu oleh aplikasi yang bersangkutan). Jika sebuah pekerjaan selesai dan kita mematikan software dengan jalan exit, semua temporary files akan dihapus, dan ruangan dalam harddisk dikembalikan pada kondisi semula. Oleh karena itu, jika komputer mati atau dimatikan ketika masih ada software yang berjalan, temporary files dan virtual memory akan menjadi "sampah" dalam harddisk, yang bisa mengakibatkan error ketika komputer dihidupkan lagi dan bahkan bisa mengakibatkan harddisk tak bisa dikenali lagi, karena rusaknya FAT (file alocation table).
Urutan mematikan komputer adalah tepat kebalikan menghidupkan komputer, adalah sebagai berikut:
1. Matikan peralatan lain, seperti printer, scanner, dan modem.
2. Matikan monitor terlebih dahulu.
3. Kemudian matikan unit sistem.
4. Matikan UPS.
5. Matikan power stabillizer.
6. Cabut kabel listrik power stabillizer dari wall socket.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar